Pernah dengar istilah Quiet Luxury berseliweran di TikTok atau Instagram? Kalau kamu sering ngikutin tren fesyen, mungkin kamu udah nggak asing sama gaya yang satu ini. Intinya, Quiet Luxury itu adalah cara tampil berkelas tanpa harus teriak-teriak pamer logo merk.
Kalau diterjemahkan ke bahasa gaul, Quiet Luxury itu ibarat orang kaya yang nggak perlu pakai baju dengan logo segede gaban buat nunjukin kalau dia kaya. Gaya ini mementingkan kualitas, kenyamanan, dan potongan baju yang abadi (timeless) ketimbang mengikuti tren musiman yang bakal cepat basi.
Singkatnya: "Mahal, tapi kalem." Orang awam mungkin nggak sadar kalau baju yang dipakai itu harganya jutaan, tapi sesama kalangan yang paham bakal langsung "ngeh" kalau itu barang berkualitas tinggi.
Buat kamu yang pengen tampil ala-ala *old money* atau *quiet luxury*, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
Di era media sosial di mana orang sering banget pamer barang branded, *Quiet Luxury* datang sebagai antitesis atau kebalikan dari tren *logomania*. Orang mulai merasa bahwa tampil elegan nggak perlu agresif menonjolkan kekayaan. Tren ini dianggap lebih "dewasa" dan *classy*.
Selain itu, *Quiet Luxury* juga selaras dengan konsep *slow fashion*. Daripada beli baju murah yang cepat rusak dan harus diganti setiap bulan, mending investasi di satu baju mahal yang bisa dipakai bertahun-tahun. Jadi, lebih ramah lingkungan juga kan?
Sebenarnya, kamu nggak harus punya uang miliaran buat tampil ala *Quiet Luxury*. Kuncinya bukan pada harga barangnya, tapi pada *pemilihan* itemnya. Kamu bisa cari baju dengan potongan simpel, warna netral, dan bahan yang nyaman di toko-toko *high street* atau bahkan di pasar barang bekas (thrift) asalkan kamu jeli memilih kualitasnya.
Jadi, *Quiet Luxury* itu bukan cuma soal uang, tapi soal gaya hidup dan rasa percaya diri. Kamu nggak perlu pamer untuk terlihat berkelas. *Less is more*, bro and sis!