Belakangan ini, istilah girlhood sering banget berseliweran di media sosial seperti TikTok, Twitter, hingga Instagram. Mungkin kamu sering lihat caption seperti "healing my inner girlhood" atau "so girlhood of me". Tapi, sebenernya apa sih artinya dalam konteks pergaulan anak muda sekarang?
Secara harfiah, girlhood berarti masa kanak-kanak atau masa remaja seorang perempuan. Namun, dalam bahasa gaul, istilah ini sudah bergeser maknanya menjadi sebuah konsep yang merayakan pengalaman, perasaan, dan ikatan emosional antar perempuan.
Girlhood bukan cuma soal umur, tapi soal vibe, nostalgia, dan solidaritas. Ini tentang merayakan hal-hal yang membuat seseorang merasa menjadi "perempuan" dengan cara yang menyenangkan, tanpa tekanan harus selalu terlihat dewasa atau sempurna.
Ada beberapa poin utama yang bikin sesuatu itu dianggap "so girlhood":
Tren ini meledak karena banyak anak muda merasa lelah dengan tuntutan dunia dewasa yang serius dan penuh tekanan. Dengan merangkul "girlhood", mereka merasa punya ruang aman untuk bersikap santai, ekspresif, dan tidak melulu harus kompetitif. Ini adalah cara untuk memvalidasi perasaan bahwa tidak apa-apa untuk menjadi feminin, menjadi "receh", dan menikmati kesenangan-kesenangan kecil dalam hidup.
Jadi, kalau kamu melihat temanmu menyebut sesuatu itu "very girlhood", itu artinya mereka sedang mengacu pada sesuatu yang memancarkan energi feminin, menyenangkan, bernuansa nostalgia, atau hal-hal yang membuat mereka merasa nyaman dengan diri sendiri. Singkatnya, girlhood adalah tentang merayakan sisi lembut dan bahagia dalam diri seorang perempuan tanpa harus merasa malu.