Di era media sosial yang semakin berkembang, kosakata bahasa gaul terus bertambah dengan cepat. Salah satu istilah yang sering sekali muncul di Twitter (X), TikTok, maupun Instagram adalah "Shipper". Jika kamu sering melihat orang-orang berdebat atau heboh mengenai pasangan idola mereka, kemungkinan besar kamu sedang berada di lingkup para shipper.
Secara bahasa, shipper berasal dari kata dalam bahasa Inggris, yaitu "relationship" (hubungan). Kata ini kemudian disingkat dan mendapatkan imbuhan -er untuk menyebut orang yang melakukannya. Jadi, shipper adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendukung atau menjodoh-jodohkan dua orang agar menjalin hubungan romantis.
Perlu dipahami bahwa sosok yang dijodohkan oleh para shipper tidak selalu harus benar-benar berpacaran di dunia nyata. Seringkali, shipper menjodohkan dua orang karena mereka merasa ada chemistry atau kecocokan yang kuat di antara keduanya, baik itu sesama artis, karakter fiksi dalam film, hingga idola K-Pop.
Ada beberapa alasan mengapa tren menjadi shipper ini sangat populer:
Selain kata shipper itu sendiri, ada beberapa istilah lain yang sering muncul dalam dunia perjodohan ala netizen ini:
Ship Name: Nama gabungan dari dua orang yang dijodohkan. Contohnya jika ada dua orang bernama "Andi" dan "Bunga", maka shipper akan menyebutnya "AnBung" atau "BanDi".
Canon: Istilah untuk pasangan yang benar-benar menjalin hubungan nyata atau resmi dalam sebuah cerita (film/buku).
Delulu: Singkatan dari delusional. Ini adalah julukan untuk shipper yang sudah sangat terobsesi dan percaya bahwa pasangan yang mereka dukung benar-benar pacaran, padahal kenyataannya tidak ada bukti sama sekali.
Menjadi shipper sebenarnya adalah bentuk dukungan yang lumrah dalam budaya populer. Namun, hal ini bisa menjadi negatif jika sudah melampaui batas. Misalnya, jika para shipper mulai menyerang kehidupan pribadi sang idola, memaksa idola untuk mengakui hubungan, atau bahkan tidak suka jika salah satu idola tersebut dekat dengan orang lain.
Oleh karena itu, sangat penting untuk tetap menjaga sikap sebagai penggemar. Nikmatilah konten yang ada dengan santai, namun tetap ingat bahwa kehidupan pribadi sang idola bukanlah konsumsi publik yang bisa diatur oleh keinginan penggemar.
Jadi, apakah kamu termasuk salah satu dari mereka yang hobi "nge-ship" orang-orang favoritmu?