Di era media sosial seperti sekarang, istilah "manifesting" atau "manifestasi" sering sekali muncul di linimasa. Baik di TikTok, Instagram, maupun Twitter, kamu mungkin sering melihat orang-orang menuliskan kalimat seperti, "Lagi manifesting dapet tiket konser," atau "Manifesting punya rumah di usia 25." Tapi, apa sih sebenarnya maksud dari kata ini dalam pergaulan anak muda masa kini?
Secara bahasa, manifestasi berasal dari kata bahasa Inggris to manifest yang artinya mewujudkan atau membuat sesuatu menjadi nyata. Dalam konteks bahasa gaul, manifesting dipahami sebagai proses atau usaha seseorang untuk menarik keinginan mereka agar menjadi kenyataan melalui kekuatan pikiran, fokus, dan sikap positif.
Singkatnya, manifesting adalah cara anak muda untuk "menagih" impian mereka kepada semesta. Ini bukan sekadar berkhayal, melainkan kombinasi antara sugesti diri dan keyakinan bahwa apa yang diinginkan bisa terjadi jika kita terus memikirkannya dengan intens.
Ada beberapa alasan mengapa istilah ini sangat lekat dengan anak muda:
Untuk memahami bagaimana istilah ini digunakan, berikut adalah beberapa contoh dalam percakapan sehari-hari:
Tentu saja. Dalam bahasa gaul yang lebih dewasa, manifesting sering disebut sebagai "manifesting yang dibarengi dengan hustle." Artinya, percuma saja kamu memposting tulisan "manifesting beli laptop baru" kalau kamu tidak menabung atau bekerja keras.
Manifesting dianggap sebagai pemantik semangat, sedangkan usaha nyata (aksi) adalah mesinnya. Tanpa aksi, manifesting hanyalah sekadar wacana atau halusinasi semata.
Manifesting dalam bahasa gaul adalah cerminan dari semangat anak muda untuk memiliki impian dan berani mengungkapkannya. Ini adalah bentuk manifestasi dari harapan-harapan kecil yang ingin diraih. Jadi, tidak ada salahnya untuk terus melakukan manifesting, selama kamu juga tetap bergerak maju mengejar apa yang kamu tuliskan.