Di era digital saat ini, istilah-istilah baru sering muncul dari tren media sosial dan dengan cepat menjadi bahasa sehari-hari bagi generasi muda. Salah satu istilah yang belakangan ini mendominasi platform seperti TikTok dan YouTube adalah "Fanum Tax". Meskipun terdengar seperti istilah teknis atau ekonomi, maknanya sebenarnya jauh lebih ringan dan jenaka.
Istilah "Fanum Tax" berakar dari komunitas kreator konten di Amerika Serikat. Istilah ini merujuk pada nama seorang streamer populer di platform Twitch bernama Fanum. Fanum dikenal sering berinteraksi dengan teman-temannya sesama streamer, terutama Kai Cenat, dalam konten video mereka.
Dalam banyak video yang diunggah, Fanum sering kali "mencuri" atau meminta sedikit bagian makanan milik teman-temannya saat mereka sedang makan atau melakukan siaran langsung. Perilaku iseng ini kemudian dijadikan lelucon oleh komunitas pengikut mereka dan disebut sebagai "pajak" (tax) yang harus dibayar kepada Fanum karena kedekatan hubungan mereka.
Viralnya istilah ini tidak terlepas dari kebiasaan generasi Z dan Gen Alpha dalam mengonsumsi konten media sosial. Tren ini menyebar luas karena beberapa alasan:
Saat ini, istilah "Fanum Tax" tidak lagi hanya merujuk pada streamer aslinya. Kata ini telah berkembang menjadi bahasa gaul yang digunakan saat seseorang mengambil sedikit bagian dari sesuatu yang dimiliki orang lain, bukan hanya makanan. Contohnya:
Fenomena Fanum Tax adalah contoh sempurna bagaimana media sosial mampu menciptakan bahasa baru yang melintasi batasan geografis. Apa yang bermula dari lelucon di ruang siaran langsung di Amerika Serikat, kini bisa dipahami oleh audiens di Indonesia. Meskipun istilah ini bersifat tidak formal, kehadirannya menunjukkan betapa cepatnya perubahan dalam gaya komunikasi digital saat ini.
Memahami istilah seperti Fanum Tax membantu kita tetap terhubung dengan perkembangan tren budaya populer di internet. Meskipun mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, ini hanyalah satu dari sekian banyak contoh bagaimana internet membentuk cara kita berinteraksi, bercanda, dan membangun identitas komunitas melalui bahasa.
Jadi, lain kali jika Anda melihat seseorang mengambil sedikit makanan dari piring teman dan menyebutnya sebagai "Fanum Tax", Anda kini tahu bahwa itu adalah bagian dari tren komedi yang lahir dari dunia streaming digital.