Di era media sosial yang serba cepat ini, kita sering mendengar istilah-istilah baru yang muncul dari tren internet. Salah satu yang paling sering disebut adalah "Clout Chaser". Bagi kamu yang aktif di Twitter, TikTok, atau Instagram, mungkin sudah tidak asing dengan istilah ini. Namun, apa sebenarnya maksud dari "Clout Chaser" dalam bahasa gaul?
Secara bahasa, Clout berarti pengaruh, pamor, atau ketenaran. Sedangkan Chaser artinya pengejar. Jadi, jika digabungkan, Clout Chaser adalah sebutan untuk orang-orang yang melakukan segala cara demi mendapatkan perhatian, popularitas, atau "panjat sosial" (pansos) di media sosial.
Dalam bahasa gaul, orang yang disebut sebagai clout chaser adalah mereka yang sengaja menempel pada orang yang sedang viral atau melakukan tindakan kontroversial hanya agar namanya ikut terangkat dan diperbincangkan oleh banyak orang.
Inti dari Clout Chasing: Melakukan sesuatu bukan karena nilai atau karya, melainkan demi mendapatkan validasi berupa likes, followers, dan komentar sebanyak-banyaknya.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor yang membuat seseorang terjebak dalam perilaku clout chasing:
Ada beberapa tanda yang bisa kamu kenali jika seseorang melakukan clout chasing:
Dalam dunia internet, clout chasing sering dianggap sebagai perilaku yang negatif. Hal ini dikarenakan tindakan tersebut cenderung tidak autentik. Mereka tidak menawarkan kualitas atau edukasi, melainkan hanya kebisingan demi keuntungan pribadi.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa di dunia digital saat ini, memiliki clout (pengaruh) adalah sebuah aset. Perbedaannya terletak pada bagaimana seseorang mendapatkannya. Jika didapatkan dengan cara menjatuhkan orang lain atau memanipulasi keadaan, tentu hal ini dipandang kurang etis oleh komunitas media sosial.
Clout Chaser adalah fenomena "panjat sosial" di level modern. Meskipun terdengar keren, label ini biasanya disematkan sebagai sindiran bagi mereka yang terlalu haus perhatian. Pada akhirnya, media sosial akan selalu menghargai mereka yang memiliki karya asli dan konsistensi, dibandingkan mereka yang hanya "mengejar bayang-bayang" ketenaran orang lain.