Apa Itu Doomscrolling?

2026-06-03 01:46:02 - Admin

<style> body { font-family: Arial, sans-serif; line-height: 1.6; color: #333; max-width: 800px; margin: 0 auto; padding: 20px; background-color: #ffffff; } h1 { color: #2c3e50; } h2 { color: #34495e; margin-top: 30px; } p { margin-bottom: 15px; } .highlight { background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #3498db; } </style> <h1>Apa Itu Doomscrolling?</h1> <p>Di era digital saat ini, di mana informasi mengalir tanpa henti melalui ponsel pintar kita, muncul sebuah fenomena perilaku yang dikenal sebagai <em>doomscrolling</em>. Istilah ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, namun kemungkinan besar banyak dari kita pernah melakukannya tanpa disadari.</p> <h2>Definisi Doomscrolling</h2> <p>Secara harfiah, <em>doomscrolling</em> berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu <em>doom</em> (malapetaka/nasib buruk) dan <em>scrolling</em> (menggulir layar). Secara umum, doomscrolling adalah tindakan mengonsumsi berita atau konten negatif secara berlebihan melalui media sosial atau aplikasi berita, meskipun hal tersebut membuat kita merasa cemas, takut, atau tertekan.</p> <p>Ini adalah kebiasaan di mana seseorang terus-menerus menggulir layar ponselnya untuk mencari pembaruan tentang berita buruk, konflik dunia, pandemi, krisis ekonomi, atau bencana alam, tanpa mampu menghentikan diri meski menyadari bahwa informasi tersebut berdampak buruk bagi kesehatan mentalnya.</p> <div class="highlight"> <p><strong>Mengapa Kita Melakukannya?</strong></p> <p>Manusia secara evolusioner diprogram untuk memperhatikan ancaman di lingkungan sekitar demi bertahan hidup. Ketika kita melihat berita buruk, otak kita merasa perlu untuk terus memantau situasi agar tetap "siap siaga". Di dunia modern, dorongan naluriah ini justru terpicu oleh algoritma media sosial yang dirancang untuk menjaga perhatian kita tetap terpaku pada layar.</p> </div> <h2>Dampak Doomscrolling pada Kesehatan Mental</h2> <p>Terpapar berita negatif secara terus-menerus memiliki konsekuensi nyata. Beberapa dampak yang sering dirasakan antara lain:</p> <ul> <li><strong>Peningkatan Kecemasan:</strong> Membaca berita buruk yang tiada henti dapat meningkatkan kadar hormon stres, yang memicu perasaan cemas berlebih.</li> <li><strong>Gangguan Tidur:</strong> Kebiasaan melakukan doomscrolling sebelum tidur sering menyebabkan insomnia atau kualitas tidur yang buruk karena pikiran yang terlalu aktif.</li> <li><strong>Perasaan Putus Asa:</strong> Terlalu banyak terpapar informasi negatif dapat membuat seseorang merasa dunia ini jauh lebih buruk daripada yang sebenarnya, yang berujung pada rasa pesimis dan tidak berdaya.</li> <li><strong>Penurunan Fokus:</strong> Kebiasaan menggulir layar terus-menerus mengganggu rentang perhatian dan produktivitas dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.</li> </ul> <h2>Cara Menghentikan Kebiasaan Doomscrolling</h2> <p>Mengatasi kebiasaan ini memerlukan kesadaran diri dan disiplin. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dicoba:</p> <ol> <li><strong>Tetapkan Batasan Waktu:</strong> Gunakan fitur pembatas waktu penggunaan aplikasi pada ponsel Anda untuk membatasi akses ke media sosial.</li> <li><strong>Atur Jadwal Berita:</strong> Alih-alih mengecek berita sepanjang hari, tentukan waktu tertentu (misalnya 15 menit) untuk membaca berita dari sumber yang tepercaya.</li> <li><strong>Ciptakan Zona Bebas Ponsel:</strong> Hindari membawa ponsel ke tempat tidur. Gunakan jam weker fisik agar tidak ada alasan untuk mengecek ponsel saat bangun atau sebelum tidur.</li> <li><strong>Perbanyak Aktivitas Offline:</strong> Lakukan kegiatan yang melibatkan fisik atau hobi yang tidak memerlukan layar, seperti membaca buku fisik, berolahraga, atau melakukan meditasi.</li> <li><strong>Kurasi Konten:</strong> Berhenti mengikuti akun-akun yang hanya menyebarkan sensasionalisme atau konten yang memicu emosi negatif.</li> </ol> <h2>Kesimpulan</h2> <p>Doomscrolling adalah respons alami terhadap dunia yang semakin tidak pasti, namun bukan berarti kita tidak berdaya melawannya. Menyadari bahwa kita sedang melakukan doomscrolling adalah langkah pertama yang paling penting. Dengan membatasi paparan informasi negatif dan lebih fokus pada kesejahteraan diri sendiri di dunia nyata, kita dapat menjaga kesehatan mental di tengah banjir informasi digital.</p>

Lebih banyak