Dalam beberapa waktu terakhir, istilah "Delusional Era" sering muncul di media sosial, khususnya di platform seperti TikTok, Twitter, dan Instagram. Istilah ini sering digunakan oleh generasi muda untuk menggambarkan fase dalam hidup mereka di mana mereka membangun dunia imajinasi atau ekspektasi yang cukup jauh dari kenyataan. Namun, apakah istilah ini benar-benar merujuk pada gangguan kesehatan mental, atau sekadar tren gaya hidup?
Secara sederhana, Delusional Era adalah istilah populer yang digunakan seseorang ketika mereka memilih untuk "berpura-pura" atau membayangkan sesuatu yang belum terjadi atau tidak nyata, demi menjaga kesehatan mental, meningkatkan kepercayaan diri, atau sekadar mencari hiburan di tengah tekanan hidup. Ini bukan sebuah diagnosis medis, melainkan strategi koping (coping mechanism) yang dikemas dalam bahasa gaul.
Contoh yang paling umum adalah ketika seseorang berfantasi secara berlebihan tentang karier impian, hubungan asmara yang ideal, atau kesuksesan finansial seolah-olah hal tersebut sudah terjadi. Mereka bertindak, berpikir, dan merasa seolah-olah mereka adalah karakter utama dalam cerita sukses mereka sendiri, meskipun realitas yang dihadapi mungkin sedang sulit.
Ada beberapa alasan mengapa konsep ini menjadi sangat populer:
Seperti banyak hal lainnya, Delusional Era memiliki dua sisi. Sisi positifnya, hal ini bisa menjadi pendorong semangat. Ketika seseorang membayangkan dirinya sukses, mereka cenderung lebih berani mengambil risiko dan lebih percaya diri dalam bersosialisasi. Ini adalah bentuk optimisme yang ekstrem.
Namun, sisi negatifnya muncul jika seseorang mulai kehilangan kontak dengan realitas. Jika fantasi tersebut menyebabkan seseorang berhenti berusaha di dunia nyata, mengabaikan tanggung jawab, atau bahkan menipu diri sendiri hingga mengalami kekecewaan mendalam, maka fenomena ini bisa menjadi kontraproduktif.
Penting untuk membedakan antara "berfantasi sebagai hiburan" dengan "delusi klinis". Dalam dunia psikologi, delusi adalah keyakinan salah yang dipertahankan dengan kuat meskipun ada bukti yang bertentangan, yang biasanya memerlukan perhatian profesional. Jika seseorang mulai merasa cemas berlebihan, menarik diri dari pergaulan, atau tidak bisa membedakan mana imajinasi dan mana fakta, maka hal tersebut bukan lagi sekadar tren Delusional Era yang menyenangkan, melainkan sinyal untuk mencari bantuan ahli.
Delusional Era pada dasarnya adalah cara generasi sekarang menghadapi tantangan hidup dengan sedikit "bumbu" imajinasi. Selama dilakukan dengan kesadaran penuh bahwa itu hanyalah alat untuk menjaga semangat dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain, ini bisa dianggap sebagai bentuk self-care atau cara untuk tetap waras di tengah dunia yang serba cepat. Kuncinya adalah tetap berpijak pada bumi, sambil sesekali membiarkan pikiran terbang tinggi menuju mimpi-mimpi yang ingin diraih.